Tips Menghindari Narkoba

Semua orang sudah tahu kalau narkoba adalah obat terlarang yang dapat menyebabkan bahaya besar saat dikonsumsi, apalagi saat sudah mencapai tingkat kecanduan. Hal itu bisa merusak mental dan fisik, menurunkan peringkat di sekolah serta nilai-nilai akademis secara drastis. Selain itu, saat sudah kecanduan biasanya pecandu tidak akan segan-segan untuk menjadi orang jahat demi mendapatkan uang untuk membeli narkoba yang diinginkan. Seperti menjadi pencuri, perampok dan sebagainya. Mungkin akan terkesan sulit, tapi sebenarnya bagaimana cara menghindari narkoba?

1. Perkuatlah iman

Memperkuat rohani bisa dilakukan dengan sering menunaikan ibadah kepercayaan agama masing-masing, sering membaca kitab suci, mengikuti kegiatan keagamaan, dan sebagainya. Berdoalah kepada Tuhan supaya selalu dijauhkan dari bahaya narkoba.

2. Pilihlah teman dengan baik

Biasanya tingkat kecanduan bermula lewat faktor pertemanan. Biasanya pecandu diberikan narkoba secara gratis oleh teman sekolahnya dan dipaksa untuk mencicipinya. Setelah pertama kali mengonsumsinya, orang itu akan terus menghasut pecandu untuk terus mengonsumsi narkoba, sampai akhirnya pecandu akan terus-menerus mengonsumsi narkoba. Hal ini dapat dihindari dengan pandai-pandai memilih teman. Pilihlah teman yang berasal dari lingkungan yang baik, karena apabila teman yang dipilih berasal dari lingkungan yang tidak baik maka kemungkinan untuk dipaksa mengonsumsi narkoba akan semakin besar.

3. Beranilah berkata “TIDAK”

Kita tidak akan bisa menolak tawaran untuk mencicipi narkoba apabila kita tidak berani untuk mengatakan “tidak”. Apabila seseorang menawarkanmu untuk mencicipi narkoba, beranilah untuk menolak, karena sekali kecanduan narkoba, maka kita akan sulit melepaskan diri dari bahayanya.

Sekian tips untuk menghindari narkoba. Narkoba saat ini sudah beredar ke pedesaan sampai ke sekolah dasar. Kita tidak boleh membiarkan bahaya narkoba menjaring anak-anak sekolah dasar. Setidaknya 3 tips di atas adalah tips utama dalam menghindari bahaya narkoba.

Adventure at Nusakambangan 3

Lanjutan dari part 2.

Di benteng Portugis itu, bentengnya sih gede dan bagus, tapi ada sejarah kelam didalamnya. Benteng itu adalah tempat penyiksaan bangsa Indonesia saat zaman penjajahan Portugis. Penyiksaannya juga kejam-kejam, ada yang diterjunkan dari ketinggian belasan meter, dicambuk, dikurung, dan sebagainya. Seram deh pokoknya.

Habis itu kita harus menuruni tangga panjang yang nggak ada penerangannya. Tapi di sini aku merinding, entah karena takut jatuh atau karena hal lain, aku mengucapkan doa apa saja yang kubisa, bahkan ucapan salam dan doa habis makan pun kuhafal saking merindingnya. Takut, benar-benar takut. Kenapa ya? Entah. Yang pasti yang kurasakan seperti itu.

Berikutnya kita masuk ke ruang aula. Di ruangan ini pernah diadakan uji nyali dan udaranya dingin, lebih dingin dari ruangan yang sebelumnya. Entah kenapa terasa ada angin yang menerpa wajah. Aku bergidik ngeri.

Setelah itu, kami pergi ke sebuah pantai bersih, sepi, aman dan damai. Saat itu sedang ada musim bertelur lobster, jadi ada banyak ganggang di air itu. Katanya sih airnya tawar, tapi entahlah. Lalu ada sebuah aliran alir kecil yang ajaibnya, sepertinya mengalir dari dalam tanah. Kata pemandunya sih memng ada sungai yang mengalir di dalam tanah. Penasaran, aku coba-coba mencelupkan tanganku ke dalam aliran air tersebut dan airnya sangat dingin! Aku berjengit kaget dan refleks mundur karena kaget. Perlahan aku akhirnya terbiasa. Aku pun bermain dengan air yang sangat segar itu.

Tiba-tiba aku melihat sebuah sungai dari dalam hutan rimba tadi, yang airnya mengalir dengan deras ke pantai ini seperti air terjun! Airnya persis air dari mata air alami, sangat segar. Kalau dibolehkan, aku mau mandi di sana. Airnya segar banget!!! Aku nggak mendekati daerah bertelur lobster. Aku takut ada lobster yang tiba-tiba mencapit kakiku.

Bagus juga, ya… setelah perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, kita disuguhi hiburan pantai alami yang sangat indah dan menenangkan. Kita bisa bermain di air terjun tersebut untuk mengisi tenaga kembali, atau sekedar melihat-lihat saja. Pulau yang alami memang selalu lebih menenangkan – tentu saja!

Adventure at Nusakambangan 2

Sore! Maaf telat update, tadi mati lampu dari jam 9 sampai jam 4, lama banget. Oke, lanjutan dari part 1.

Habis puas motret-motret, akhirnya kita sampai di pulau Nusakambangan. Pasirnya bersih dan airnya masih jernih. Terus kita beli tiket dan langsung menaiki jalanan nanjak di tengah hutan rimba untuk menjelajahi pulau ini.

Hanya sebagian kecil dari pulau Nusakambangan yang bisa dieksplorasi manusia. Maksimal jam 6 hutan sudah harus dikosongkan. Karena hutan ini masih terjaga keasliannya. Nggak boleh ada orang yang masuk ke dalam hutan yang tidak ada jalannya. Nekat? Resiko tanggung sendiri.

Selama kita menyusuri jalan setapak, ada banyak yang bisa dilihat. Pohon-pohon menjulang tinggi dan tumbuhnya masih tidak beraturan. Jembatan yang sengaja dibuat untuk mempermudah perjalanan pun tidak memakai campuran semen atau besi. Hanya kayu-kayu yang diperkuat setelah ditumpuk sebanyak dua tingkat dan membentang di atas sungai kecil yang airnya berwarna putih, hasil campuran zat kapur. Memang sih airnya kecil banget, tapi jarak dari jembatan ke sungai cukup tinggi. Nggak ada yang bisa menjamin kita bisa ditarik ke atas atau nggak ketemu hewan liar di bawah sana.

Habis ngelewatin jembatan, kita ngeliat ada lutung yang kayaknya lagi ngegelar konser lokal di atas pohon. Soalnya lutung dari pohon yang satu bersahut-sahutan dengan lutung yang ada di pohon sebelahnya. Kadang-kadang juga banyak lutung yang loncat-loncatan. Pohonnya jauh dari jalan setapak, terus tinggi banget. Mungkin ada 1 kilometer lebih buat sampai ke pohon itu. Tapi kelihatan lutungnya, soalnya pohonnya tinggi.

Selanjutnya, kita sampai di kayak benteng Portugis gitu. Saat kita sampai di sana, kita sudah disambut dengan wangi melati yang menyengat. Baunya harum, tapi kan aneh, siapa yang mau pake parfum melati di hutan gini? Dan kenapa bisa tercium dengan sangat menyengat? Ternyata kita “disambut” dengan makhluk tak kasat mata. Sambil merapal doa untuk melindungi diri, aku juga memperhatikan jalanan. Jalannya nanjak. Cukup bahaya.

Lanjut ke part 3!

Adventure at Nusakambangan

Malam! Di post kali ini aku mau mengisinya dengan cerita!

Waktu itu kami sekeluarga pergi buat berwisata di pulau Nusakambangan. Untuk mencapainya, kita harus menyebrang dengan menggunakan sebuah perahu dari Teluk Penyu, Cilacap. Seru juga, sih. Tapi kita menelusuri dulu daerah pinggir pulau Nusakambangan yang sebagian besar masih terdiri dari hutan rimba dan belum terjamah oleh tangan manusia. Yang dijadikan tempat wisata hanya sebagian kecil dari pulau itu saja. Sementara, jauh di barat, dimana ombak sudah kencang dan tinggi, ada sebuah penjara yang didirikan jauh dari peradaban dan terletak di tengah laut. Penjara ini dikhususkan bagi penjahat-penjahat kelas kakap. Pembunuh atau perampok misalnya. Mungkin didirikan di tengah laut supaya tawanan nggak bisa kabur kali ya? Kalau nggak ada izin, wisatawan nggak boleh ke sana.

Kita akhirnya menelusuri daerah pinggir pulau Nusakambangan, tentu saja dengan kapal karena kedalaman air sudah mencapai ratusan meter. Semakin mendekati samudera, daerah pinggir pulau itu sudah tidak diisi dengan pasir lagi, melainkan dengan batu-batuan licin dan sudah terkikis ombak. Ada juga sebuah gua yang bernama gua Gembok, yang terendam air. Pemandangannya sangat indah, tapi harap diperhatikan bahayanya juga, airnya sudah sangat dalam!

Lama kelamaan kita sudah mulai mendekati laut lepas. Hal itu ditandai dengan semakin kencangnya ombak yang menerpa perahu kita. Sudah nggak ada lagi perahu kecil seperti yang kita naiki yang menjelajah sampai ke sini. Yang sejajar sih ada, tapi itu kapal yang besar banget. Nggak bisa dibandingkan! Airnya sudah berwarna biru gelap dan kapal kita mulai bergoyang ke kanan dan ke kiri, semakin lama semakin miring. OH NOOO!!!

Akhirnya, cepat-cepat kita buru-buru berbalik sambil tancap gas sekencang-kencangnya, deh. Sambil membaca doa-doa keselamatan, aku ngegenggam erat-erat HP – beberapa saat kemudian baru nyadar, ngapain megang HP? Oke, abaikan.

Akhirnya kita selamat dari “amukan” ombak barusan. Padahal kayaknya baru aja nyampe di kawasan samudra, kok kita langsung “diusir”, sih? Tadi itu kan udah kawasan laut lepas aka samudra, dan baru aja nyampe kita udah disambut dengan sambutan ombak yang…huuuhhh…mengerikaaan! Tadi aja kita dikasih tontonan live ada ombak bergulung gede banget beberapa ratus meter (kelihatan, lho!) di kawasan samudra sana yang mungkin siap memutarbalik perahu kecil gini. Nakutin banget!

Berusaha melupakan kejadian barusan, akhirnya aku mainan aja sama air laut yang warnanya sudah mulai agak biru muda. Akhirnya kita mulai foto-foto sambil sesekali memotret pemandangan alam di pinggiran pulau Nusakambangan lagi.

Lanjut ke part 2 deh.

Hewan-hewan Langka di Indonesia Part 2

Lanjutan dari Part 1. Belum baca part 1? Ya udah, baca dulu aja di: https://berbagiilmudancerita.wordpress.com/2013/01/11/hewan-hewan-langka-di-indonesia-part-1/. Balik lagi ke post, oke deh, langsung dimulai aja daripada kebanyakan nyerocos kayak di awal post 1😄 Oke, cekidot!

1. Badak bercula satu

Badak jawa atau Badak bercula-satu kecil (Rhinoceros sondaicus) adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak india dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak ini memiliki panjang 3,1–3,2 m dan tinggi 1,4–1,7 m. Badak ini lebih kecil daripada badak india dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya.

Badak ini pernah menjadi salah satu badak di Asia yang paling banyak menyebar. Meski disebut “badak jawa”, binatang ini tidak terbatas hidup di Pulau Jawa saja, tapi di seluruh Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan di India serta Tiongkok. Spesies ini kini statusnya sangat kritis, dengan hanya sedikit populasi yang ditemukan di alam bebas, dan tidak ada di kebun binatang. Badak ini kemungkinan adalah mamaliaterlangka di bumi.[4] Populasi 40-50 badak hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau JawaIndonesia. Populasi badak Jawa di alam bebas lainnya berada di Taman Nasional Cat TienVietnam dengan perkiraan populasi tidak lebih dari delapan pada tahun 2007. Berkurangnya populasi badak jawa diakibatkan oleh perburuan untuk diambil culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisional Tiongkok, dengan harga sebesar $30.000 per kilogram di pasar gelap.[4] Berkurangnya populasi badak ini juga disebabkan oleh kehilangan habitat, yang terutama diakibatkan oleh perang, seperti perang Vietnam di Asia Tenggara juga menyebabkan berkurangnya populasi badak Jawa dan menghalangi pemulihan.[5] Tempat yang tersisa hanya berada di dua daerah yang dilindungi, tetapi badak jawa masih berada pada risiko diburu, peka terhadap penyakit dan menciutnya keragaman genetik menyebabkannya terganggu dalam berkembangbiak. WWF Indonesia mengusahakan untuk mengembangkan kedua bagi badak jawa karena jika terjadi serangan penyakit atau bencana alam sepertitsunami, letusan gunung berapi Krakatau dan gempa bumi, populasi badak jawa akan langsung punah.[6] Selain itu, karena invasi langkap (arenga) dan kompetisi dengan banteng untuk ruang dan sumber, maka populasinya semakin terdesak.[6] Kawasan yang diidentifikasikan aman dan relatif dekat adalah Taman Nasional Halimun di Gunung SalakJawa Barat yang pernah menjadi habitat badak Jawa.[6]

Badak jawa dapat hidup selama 30-45 tahun di alam bebas. Badak ini hidup di hutan hujan dataran rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir besar. Badak jawa kebanyakan bersifat tenang, kecuali untuk masa kenal-mengenal dan membesarkan anak, walaupun suatu kelompok kadang-kadang dapat berkumpul di dekat kubangan dan tempat mendapatkan mineral. Badak dewasa tidak memiliki hewan pemangsa sebagai musuh. Badak jawa biasanya menghindari manusia, tetapi akan menyerang manusia jika merasa diganggu. Peneliti dan pelindung alam jarang meneliti binatang itu secara langsung karena kelangkaan mereka dan adanya bahaya mengganggu sebuah spesies terancam. Peneliti menggunakan kamera dan sampel kotoran untuk mengukur kesehatan dan tingkah laku mereka. Badak Jawa lebih sedikit dipelajari daripada spesies badak lainnya. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Badak_jawa)

Bunga Tercantik di Dunia

Bunga adalah favorit banyak orang, selain karena warnanya menarik, juga karena bentuknya cantik dan berbau wangi. Bunga memang cantik, tapi ada bunga-bunga yang tercantik. Apa sajakah itu? Cekidot! (maaf karena takut gambarnya terlalu banyak, jadi tidak bisa ditampilkan disini, apabila ingin melihat gambarnya buka saja link yang sudah dilampirkan di deskripsi bunga itu.)

1. Rainbow Rose

Mawar memang cantik, apalagi karena warnanya yang indah. Tapi bagaimana jika dalam satu mawar terdapat banyak warna sehingga mawar tersebut menjadi berwarna-warni seperti pelangi? Karena itulah jenis mawar yang satu ini mendapatkan nama Rainbow Rose karena warna indahnya yang seperti pelangi. Darimana warna-warna cantik di setiap kelopaknya itu berasal? Warna-warna tersebut didapatkan melalui proses natural lewat pewarnaan alami di batangnya selama masa pertumbuhan dan menjadikan warna spektakuler seperti rainbow rose yang bisa kita lihat sekarang. (Photo link: https://www.google.co.id/search?hl=id&q=rainbow+rose&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_cp.r_qf.&biw=1366&bih=677&um=1&ie=UTF-8&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=yPLvUPiRBYeckgXfh4DoCg)

2. Bleeding Hearts

Nama bunga ini memang menyeramkan, tapi bunganya sangat cantik apabila dilihat. Penasaran seperti apa bunganya? Ini link penelusuran gambar bunga tersebut: (https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=bleeding+hearts+flower&oq=bleeding+hearts+flower&gs_l=img.3..0i19.585.5548.0.5683.24.14.1.9.9.0.355.2238.4j8j1j1.14.0…0.0…1ac.1.wurOfx8wEkc)

3.Tulip

Semua orang pasti sudah tahu bunga tulip. Bunga asal Belanda ini memang mempunyai bentuk yang khas, namun cantik. Akan didapatkan warna indah apabila ada banyak bunga tulip yang tumbuh bersamaan di sebuah padang. Aku yakin pasti semuanya sudah tahu tentang bunga yang satu ini, tapi apabila memang ingin melihat kecantikannya, buka saja: (https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=tulip&oq=tulip&gs_l=img.3…1791.2497.0.2779.5.5.0.0.0.0.0.0..0.0…0.0…1ac.1.22GTgWt-y3g)

4. Sakura (Cherry Blossom)

Nah, bunga yang satu ini tentu semua orang sudah tahu. Ini adalah bunga yang menyimbolisasikan negara Jepang. Bunga ini sangat cantik dan indah. Bunga ini tumbuh di musim semi dan biasanya sering berguguran. Orang Jepang mempunyai tradisi untuk berpiknik di bawah sakura. Tapi, bagi orang yang alergi, serbuk sakura dapat menyebabkan bersin-bersin. (Photo link:https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=sakura&oq=sakura&gs_l=img.3..0l10.2200.3087.0.4255.6.6.0.0.0.0.1096.1096.7-1.1.0…0.0…1ac.1.17FHrHfIdXo#num=10&hl=id&tbo=d&site=imghp&tbm=isch&q=sakura+flower&revid=909784507&sa=X&ei=OvvvUMzEL8fVkAWv34HACQ&ved=0CEwQ1QIoAg&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_cp.r_qf.&bvm=bv.1357700187,d.dGI&fp=f3c232299de27625&biw=1366&bih=677)

5. Canna

Bunga ini sangat cantik dan indah. Warnanya juga bermacam-macam. Penasaran? Buka saja (https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=Canna&oq=Canna&gs_l=img.3..0l10.1389.2241.0.2725.5.5.0.0.0.0.214.821.1j2j2.5.0…0.0…1ac.1.UWGfW5bLNXU#hl=id&tbo=d&site=imghp&tbm=isch&sa=1&q=Canna+flower&oq=Canna+flower&gs_l=img.3..0j0i24.1941.3089.0.3184.7.6.0.0.0.0.251.698.0j1j2.3.0…0.0…1c.1.6drH91hH7cw&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_cp.r_qf.&bvm=bv.1357700187,d.dGI&fp=f3c232299de27625&biw=1366&bih=677)

6. Lily of the valley

Walaupun bunga ini beracun, tapi bentuknya sangat cantik dan indah. Harganya juga cukup mahal apabila dirupiahkan. Biasanya bunga ini berwarna putih. (Photo link: https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=lily+of+the+valley&oq=lily+of+the+valley&gs_l=img.3..0l2j0i24l8.2170.6252.0.6348.22.12.2.8.8.1.198.1330.5j7.12.0…0.0…1ac.1.NbYwDF2C4hM)

7. Blue Bell

Bentuk bunga ini berbentuk seperti lonceng dan berwarna biru, seperti namanya. Bunga ini juga sangat indah. (Photo link: https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=blue+bells&oq=blue+bells&gs_l=img.3..0j0i24l2j0i10i24l2j0i24l5.1555.4512.0.4690.12.11.1.0.0.0.224.1493.3j6j1.10.0…0.0…1ac.1.Qn6PBhUoHtU)

8. Colorado Columbine

Bunga ini biasanya berwarna ungu. Tapi ada juga yang berwarna muda, putih, atau biru. (Photo link: https://www.google.co.id/search?num=10&hl=id&site=imghp&tbm=isch&source=hp&biw=1366&bih=677&q=colorado+columbine&oq=colorado+columbine&gs_l=img.3..0i19l2.1085.4173.0.4490.18.9.0.1.1.0.669.5353.5-9.9.0…0.0…1ac.1.z1N4xLKOerA)

Sekian dulu postnya, sebenarnya masih banyak bunga yang bisa dinobatkan menjadi bunga yang terindah, tapi sekian dulu agar tidak terlalu banyak.

Hewan-hewan Langka di Indonesia (Part 1)

Burung Cendrawasih

Burung Cendrawasih, burung yang sudah termasuk langka.

Burung jalak bali

Burung jalak bali juga sedang terancam bahaya kepunahan.

Harimau sumatera

Harimau sumatera, subspesies harimau terkecil yang terancam punah.

Indonesia adalah negara yang kaya dan memiliki ribuan pulau. Di dalamnya pun Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan, baik kekayaan alam maupun kekayaan dalam nilai sejarah. Kekayaan-kekayaan tersebut tentu perlu kita lestarikan dan kita banggakan sebagai warga Indonesia. Nah, kekayaan alam Indonesia yang bahkan dikagumi oleh negara lain itu adalah flora dan faunanya. Seiring berkembangnya zaman, flora dan fauna itu pun lama-kelamaan makin sedikit jumlahnya, terutama yang harga jualnya tinggi dan yang banyak dicari oleh para kolektor. Spesies-spesies dari flora dan fauna itu pun sedikit demi sedikit mulai berkurang dan akhirnya punah. Demi menanggulangi kepunahan tersebut, akhirnya Indonesia membuat hukum-hukum tentang kepemilikan hewan langka dan mendirikan penangkaran hewan langka. Tapi tentu saja jumlahnya masih belum meningkat terlalu banyak, Nah, hewan apa saja sih yang sudah termasuk dalam kategori langka dan sedang diperjuangkan untuk melawan bahaya kepunahan? Simak saja artikel ini:

1. Cendrawasih

Siapa yang tidak tahu dengan jenis burung yang satu ini? Keindahan bulu yang dimiliki burung yang hidup di Papua Nugini ini memang tiada duanya, karena itulah orabg-orang menjuluki burung ini sebagai Bird of Paradise atau Burung Surga. Karena keindahannya, burung ini tidak hanya menarik pengagum, tapi juga pemburu. Banyak pemburu yang ingin mengambil bulunya atau menjualnya. Karena pemburuan ilegal tersebut, populasi burung Cendrawasih di Indonesia lama-kelamaan semakin menurun. Ini adalah salah satu dari informasi tentang burung Cendrawasih yang kutemukan di internet:

Burung Cendrawasih merupakan sekumpulan spesies burung yang dikelompokkan dalam famili Paradisaeidae.
Burung yang hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan Australia Timur ini terdiri atas 14 genus dan dan sekitar 43 spesies. 30-an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia. (Sumber: http://www.scribd.com/doc/81284107/POPULASI-BURUNG-CENDRAWASIH)

2. Jalak Bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm[1], dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.
Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.
Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.
Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak Bali.
Jalak Bali dinilai statusnya sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix I. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali)

Burung Jalak Bali ini juga mengalami nasib yang sama dengan burung Cendrawasih. Semakin banyak burung elok yang punah, sebagai warga Indonesia kita tidak boleh membiarkannya.

3. Harimau Sumatera

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional di Sumatera. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.[2]
Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara tahun 1998 dan 2000. (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_Sumatera)

Seolah kepunahan itu belum cukup memuaskan, masih ada lagi berita tentang terpasangnya 120 jerat harimau sumatera. Apakah sudah tidak ada lagi belas kasihan untuk spesies harimau yang satu ini? Artikelnya bisa dibaca dibawah:

JAKARTA, KOMPAS.com – Sedikitnya 120 jerat harimau ditemukan dan disita petugas dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Jambi. Jumlah itu baru yang diketahui dari satu taman nasional itu saja, belum lagi di berbagai lokasi di Sumatera.

Kepala Seksi Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Dian Rusdianto, mengatakan, pemasangan jerat menjadi ancaman serius tidak hanya bagi populasi harimau Sumatera, namun juga berbagai binatang dilindungi di kawasan TNKS.

“Selain mengamankan jerat harimau melalui operasi rutin. Kami juga berhasil menolong dua ekor harimau dan satu ekor beruang akibat konflik,” ujar Rusdianto, ketika dihubungi di Bangko, ibukota Kabupaten Merangin, Selasa (20/11/2012).

Menurut dia, ratusan jerat tersebut dipasang para pencoleng di kawasan TNKS. Hasil dari jerat-jerat itu lalu diperjualbelikan melalui pasar gelap.

“Selama periode 2012 kami juga memproses hukum tiga tersangka pemburu harimau yakni dua orang kepala desa di Merangin dan satu orang warga,” jelas dia.

Populasi harimau Sumatera di kawasan TNKS merupakan yang terbanyak dibanding kawasan lain di Indonesia yakni mencapai 165 harimau sumatera berdasarkan data 2011. Oleh karena itu, TNKS ditetapkan sebagai kawasan paling penting pada pelestarian harimau sumatera di Indonesia.

Ancaman bukan hanya dari perburuan maupun pemasangan jerat, keberadaan TNKS seluas kurang lebih 1,4 juta Hektare juga terancam alih fungsi lahan, baik perambahan maupun kegiatan korporasi. Banyak perusahaan besar kelapa sawit menganeksasi lahan-lahan itu untuk kepentingan bisnis mereka.

“Ada beberapa kasus konflik harimau maupun beruang dengan manusia bisa jadi akibat ekosistem yang rusak ini,” katanya.

Untuk menjaga agar ekosistem harimau sumatera tetap terjaga, balai TNKS dan PHS melakukan beberapa program khusus. Pada program tersebut tidak hanya menyangkut pelestarian harimau sumatera, namun juga upaya menjaga keberadaan mangsa harimau sumatera tetap terjaga.

“Sebenarnya yang penting dijaga adalah mangsa itu sendiri, karena harimau bisa berkembang biak pada kondisi apapun asal mangsa tetap ada dan terjaga. Hal ini berbeda dengan kondisi badak sumatera di TNKS yang dinyatakan tidak ada sejak 2004. Badak sumatera betul-betul membutuhkan ekosistem alami untuk berkembang biak,” katanya. (Sumber: http://sains.kompas.com/read/2012/11/20/2102359/120.Jerat.Harimau.Sumatera.Ditemukan.Sepanjang.2012)

Karena post ini menjadi terlalu panjang, maka akan dipisah menjadi beberapa bagian. Kapan bagian selanjutnya dipublikasikan? Secepatnya. (ada penekanan biar dramatis XD) Okee, stay tuned!