Beranda » Tak Berkategori » Status RSBI akan dihapus, benarkah?

Status RSBI akan dihapus, benarkah?

Image

 

Demo pembubaran RSBI

Rakyat berdemo untuk membubarkan RSBI

Benarkah status RSBI akan dihapus? Berita ini menimbulkan kehebohan di masyarakat. Ada yang setuju, ada juga yang merasa kesal. Sementara sekarang masih belum terkonfirmasi juga beritanya. Berikut ini adalah artikel-artikel yang kutemukan di internet.

1. JAKARTA—Wakil Ketua MPR, Hajriyanto mengkhawatirkan implikasi dari pembatalan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) justru akan memicu liberalisasi pendidikan yang lebih membahayakan pendidikan nasional.

Menurutnya, hampir di seluruh dunia ada sekolah semacam RSBI untuk mengakomodir anak-anak pintar dengan kemampuan ekonomi tinggi. Akan tetapi, pengelolaannya tidak menuai protes karena tidak bersifat diskriminatif.

“Ini yang kita khawatiran, implikasi pembubaran RSBI akan menjadi pendorong terjadinya liberalisasi pendidikan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Kamis (10/1).

Hajriyanto menjelaskan fakta menunjukkan bahwa sekolah yang dikelola oleh swasta memiliki dinamika yang tinggi dan mengalahkan sekolah pemerintah. Dengan dibubarkannya RSBI, swasta akan bertindak sendiri dan melebihi sekolah-sekolah unggulan yang disediakan pemerintah, ujarnya.

Menurutnya, RSBI bisa dipertahankan dengan menghilangkan aspek diskriminatif sehingga sekolah unggulan tersebut tidak perlu dibubarkan. Hajriyanto juga menyayangkan gugatan terhadap MK yang berakibat pembubaran RSBI karena dilakukan baru akhir-akhir ini.

“Pemerintah seharusnya menyiapkan sekolah-sekolah unggulan seperti RSBI untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, namun aspek diskriminasinya dihilangkan,” ujarnya. (Sumber: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2013/01/rsbi-dibubarkan-liberalisasi-pendidikan-bakal-lebih-menjadi/)

2. Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan untuk membubarkan sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menjamin sekolah RSBI tidak akan bubar karena status sekolah RSBI masih dalam pembahasan.

“Itu belum bisa saya putuskan. Nanti bentuknya seperti apa tidak usah khawatir, yang jelas sekolahnya tidak bubar,” ujar Nuh saat jumpa pers di kantornya, Selasa (8/1).

Nuh mengimbau kepada seluruh sekolah RSBI, mulai guru hingga siswa untuk tidak mengalami penurunan prestasi. Dia meminta siswa tetap semangat berkompetisi menjadi sekolah yang unggul dan berprestasi.

“Tidak usah khawatir, jalan saja seperti biasa. Itu adalah sistem yang harus terus berjalan. Sekolah saja seperti biasa, belajarnya tetap semangat. Begitu ini diputus, tidak ada SBI ya monggo tidak ada SBI. Tapi tetap kualitas pendidikan kita tidak boleh dilupakan. Tanpa RSBI pun sekolah-sekolah lain harus bisa lebih bagus dari RSBI,” kata M Nuh.

Pada kesempatan yang sama, Wamendikbud Musliar Kasim mengatakan terkait dana yang telah disalurkan kepada sekolah yang berlabel RSBI, Kemendikbud masih menelaah semua aturan yang ada. Putusan MK soal pembubaran RSBI, jelas berpengaruh pada dana yang sudah disubsidi pemerintah kepada sekolah bertaraf internasional itu.

“Itu kan diatur dalam peraturan yang sudah ada. Aspek pembelanjaan APBN harus ada akuntabilitasnya. Nanti kita akan diskusikan lagi dengan DPR dan MK bagaimana perencanaannya, karena ini cakupannya nasional jadi harus hati-hati,” jelas Musliar(Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/mendikbud-jamin-sekolah-rsbi-tidak-akan-bubar.html)

3. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku setuju dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang membubarkan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Menurut MK, RSBI menimbulkan diskriminasi.

“Ya Bagus,” kata Jokowi di Blok M, Selasa (8/1). Setuju pak? “Setuju,” tegasnya.

Menurut Jokowi, RSBI mahal padahal dulu sebelum ada RSBI kualitas pendidikan juga sudah bagus.

Jokowi berpendapat untuk mempertahankan kualitas sekolah, terletak pada gurunya.

“SDM saja, SDM gurunya, kompetensi guru seperti di-training,” tegasnya.

Dia juga menyebut perlunya sekolah melengkapi fasilitas untuk meningkatkan kualitas anak didik. “Siapkan semuanya baik perpustakaan, bayar mahal juga belum tentu menjamin berkualitas, kalau gurunya belum siap, banyak di RSBI gurunya pakai bahasa Indonesia, apa dimana internasionalnya, artinya memang kesiapan sebuah program memang harus bener,” ujar Jokowi.

Dia menilai, dengan anggaran pendidikan yang tinggi di DKI Jakarta, sekitar Rp 12 triliun, harus disesuaikan dengan kualitas fisik, fasilitas perpustakaan dan peraga yang lengkap. “SDM gurunya juga harus disuntik terus,” kata wali kota terbaik ketiga di dunia itu. (Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/mahal-jokowi-setuju-rsbi-dibubarkan.html)

Jadi, benarkah status RSBI akan dihapus? Karena belum ada kepastian, jadi yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu dan mengikuti keputusan yang sudah ada. Hasil tersebut hanyalah 3 dari sekian banyak website yang menulis tentang kabar penghapusan RSBI, dan hasilnya berlawan-lawanan. Kita lihat dan tunggu saja nanti berita mana yang benar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s