Beranda » Tak Berkategori » Adventure at Nusakambangan 2

Adventure at Nusakambangan 2

Sore! Maaf telat update, tadi mati lampu dari jam 9 sampai jam 4, lama banget. Oke, lanjutan dari part 1.

Habis puas motret-motret, akhirnya kita sampai di pulau Nusakambangan. Pasirnya bersih dan airnya masih jernih. Terus kita beli tiket dan langsung menaiki jalanan nanjak di tengah hutan rimba untuk menjelajahi pulau ini.

Hanya sebagian kecil dari pulau Nusakambangan yang bisa dieksplorasi manusia. Maksimal jam 6 hutan sudah harus dikosongkan. Karena hutan ini masih terjaga keasliannya. Nggak boleh ada orang yang masuk ke dalam hutan yang tidak ada jalannya. Nekat? Resiko tanggung sendiri.

Selama kita menyusuri jalan setapak, ada banyak yang bisa dilihat. Pohon-pohon menjulang tinggi dan tumbuhnya masih tidak beraturan. Jembatan yang sengaja dibuat untuk mempermudah perjalanan pun tidak memakai campuran semen atau besi. Hanya kayu-kayu yang diperkuat setelah ditumpuk sebanyak dua tingkat dan membentang di atas sungai kecil yang airnya berwarna putih, hasil campuran zat kapur. Memang sih airnya kecil banget, tapi jarak dari jembatan ke sungai cukup tinggi. Nggak ada yang bisa menjamin kita bisa ditarik ke atas atau nggak ketemu hewan liar di bawah sana.

Habis ngelewatin jembatan, kita ngeliat ada lutung yang kayaknya lagi ngegelar konser lokal di atas pohon. Soalnya lutung dari pohon yang satu bersahut-sahutan dengan lutung yang ada di pohon sebelahnya. Kadang-kadang juga banyak lutung yang loncat-loncatan. Pohonnya jauh dari jalan setapak, terus tinggi banget. Mungkin ada 1 kilometer lebih buat sampai ke pohon itu. Tapi kelihatan lutungnya, soalnya pohonnya tinggi.

Selanjutnya, kita sampai di kayak benteng Portugis gitu. Saat kita sampai di sana, kita sudah disambut dengan wangi melati yang menyengat. Baunya harum, tapi kan aneh, siapa yang mau pake parfum melati di hutan gini? Dan kenapa bisa tercium dengan sangat menyengat? Ternyata kita “disambut” dengan makhluk tak kasat mata. Sambil merapal doa untuk melindungi diri, aku juga memperhatikan jalanan. Jalannya nanjak. Cukup bahaya.

Lanjut ke part 3!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s